Anda tidak akan selamat dari amukan zombie apabila terlalu banyak berpikir, terlalu banyak berbicara, atau terlalu lambat bergerak. Segalanya harus dituntaskan dengan cepat, cepat, dan cepat. Itulah salah satu strategi untuk bertahan hidup. Tak ada yang memiliki waktu berlebih. Forster pun memerlakukan film sama seperti itu; tidak banyak basa-basi dan langsung menuju ke akar permasalahan. Hanya beberapa menit sejak logo dari setiap studio film menampakkan diri, penonton lantas dihadapkan pada kekacauan berskala gigantis. Tokoh utama dari film ini, Gerry Lane (Brad Pitt), tengah terjebak dalam sebuah kemacetan lalu lintas di suatu pagi bersama sang istri (Mireille Enos) dan kedua putrinya. Apa yang awalnya disangka sebagai kemacetan biasa, dalam hitungan detik mendadak berubah menjadi teror menyusul terdengarnya ledakan hebat di pusat kota. Kepanikan pun melanda tanpa ada yang menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Prioritas utama bagi Gerry saat itu adalah menyelamatkan keluarganya. Maka tatkala PBB melalui Sekretaris Jendral Thierry (Fana Mokoena) – yang juga mantan koleganya dulu di PBB – meminta bantuannya, tanpa banyak berpikir Gerry menerimanya terlebih imbalan yang diterima adalah tempat tinggal yang aman bagi keluarganya.
Full Movie World War Z Sub Indo
World War Z merupakan sebuah contoh yang baik bagaimana seharusnya sebuah ‘summer blockbuster’ diciptakan. Ketegangan telah dihadirkan sejak adegan pembuka dan itu terus ditingkatkan, ditingkatkan, ditingkatkan, tanpa pernah sekalipun mengendur hingga credit title mulai bergulir. Segalanya berlangsung dengan sangat cepat, dan itu memang sudah seharusnya. Para zombie di sini bukanlah termasuk tipe yang berjalan dengan gontai, malas-malasan serta lemah gemulai. Bukan. Dengan virus yang hanya membutuhkan waktu sekitar 12 detik untuk mengubah manusia menjadi ‘makhluk baru’ ini, maka gerak langkah para zombie pun turut terpengaruh dimana mereka bergerak dengan gesit, lincah, dan ganas. Tatkala memutuskan untuk bersatu padu dalam melakukan serangan, visualisasi dari tim efek khusus memerlihatkan mereka bak segerombolan semut atau (lebih ekstrim lagi) air bah. Menjijikan sekaligus mengerikan. Penggambaran yang memang sudah sepatutnya diterima oleh salah satu makhluk legendaris dalam sejarah film horor ini.
Dengan jalinan pengisahan yang melaju kencang sekaligus rapat – berdasar skrip solid yang ditulis oleh Matthew Michael Carnahan, Drew Goddard, dan Damon Lindelof secara ‘bergiliran’ – tidak memungkinkan Anda untuk menghembuskan nafas penuh kelegaan. Sebaliknya, rasa mencekam, tak nyaman, dan penuh kegelisahan senantiasa menghantui. Ini turut terangkat berkat editing cekatan dari duo Roger Barton dan Matt Chesse serta iringan musik Marco Beltrami yang merasuk dengan sempurna ke dalam setiap adegan. Brad Pitt sebagai sang jagoan penyelamat dunia pun tampil secara meyakinkan – sekalipun, ugh... rambut gondrongnya itu benar-benar mengganggu pemandangan. Pasangannya dalam bertempur seperti Segen (diperankan oleh Daniella Kertesz) atau para doktor di WHO pun dapat mencuri perhatian meski jatah tampil di layar senantiasa didominasi oleh Pitt.
Pada akhirnya, siapa yang menyangka jika World War Z yang pada awalnya dipandang remeh dan tak terlampau diperhitungkan, justru menjadi salah satu sajian musim panas tahun ini yang menonjol. Saya mungkin terlalu sering menyebutnya, tapi bagaimana lagi, ini memang sajian ‘summer blockbuster’ yang sebenar-benarnya. Premis yang sederhana tapi menarik, dieksekusi dengan sangat baik oleh Marc Forster. Keputusan untuk membelokkannya ke ranah laga pun boleh dibilang tepat – mengesampingkan segala kontroversi yang menghinggapi terlebih bujet raksasa yang digelontorkan pun dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu pengalaman menonton di layar lebar yang mengasyikkan di pertengahan tahun ini. Saya dibawa ke dalam sebuah perjalanan panjang yang menghibur, menyenangkan, menggedor jantung, tapi juga tidak lupa menyuntikkan kehangatan di dalamnya. Benar-benar seru.
Salah satu pengalaman menonton di layar lebar yang mengasyikkan di pertengahan tahun ini. Saya dibawa ke dalam sebuah perjalanan panjang yang menghibur, menyenangkan, menggedor jantung, tapi juga tidak lupa menyuntikkan kehangatan di dalamnya. Benar-benar seru.





0 Comments